Go to top
Sorotan

Prabowo dan Delegasi Inggris Bahas Langkah Strategis Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris

Insight
Thumbnail Video

Hambalang, Bogor – Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima kunjungan utusan khusus Perdana Menteri Inggris bidang pendidikan, Profesor Sir Steve Smith, bersama sejumlah akademisi dan pejabat pendidikan tinggi dari Inggris, dalam sebuah pertemuan tertutup di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Senin (03/06).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris di sektor pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sekretaris Kabinet, Letkol (Purn) Tedi Indra Wijaya, yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa peningkatan kerja sama antarperguruan tinggi kedua negara menjadi agenda utama. Sejumlah universitas ternama dari Inggris, seperti Queen Mary University of London, King's College London, dan University of Liverpool, menyatakan minat kuat untuk membuka kampus cabang di Indonesia. Menurut Tedi, langkah ini akan membuka akses lebih luas bagi mahasiswa Indonesia terhadap pendidikan berkualitas dunia tanpa harus ke luar negeri.

"Presiden Prabowo secara khusus mendorong peningkatan jumlah pelajar Indonesia yang dapat mengakses pendidikan tinggi di kampus-kampus unggulan Inggris. Beliau juga menyambut baik rencana pendirian kampus cabang universitas Inggris di tanah air," ujar Tedi dalam keterangan pers usai pertemuan.

Selain membuka peluang pendidikan, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi riset antara akademisi kedua negara. Fokus kerja sama diarahkan pada isu-isu strategis nasional, khususnya pengolahan dan hilirisasi sumber daya alam, pembangunan berkelanjutan, serta inovasi teknologi. Hal ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dalam periode pemerintahan Prabowo yang dikenal dengan program Asta Cita.

Delegasi Inggris yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, Profesor Bailey dari Queen Mary University of London, Profesor Funmi Olonisakin dari King’s College London, Profesor THQ Ali dari University of Liverpool, serta Direktur British Council untuk Indonesia, Summer Xia. Mereka menyampaikan komitmen kuat untuk mendukung pengembangan kapasitas akademik dan riset di Indonesia melalui berbagai skema kerja sama jangka panjang.

Dalam konteks lebih luas, kerja sama ini mencerminkan visi bersama kedua negara untuk menjadikan pendidikan sebagai katalis pembangunan. Melalui pendirian kampus baru, program pertukaran pelajar, hingga proyek riset bersama, diharapkan terbentuk ekosistem pendidikan tinggi yang lebih terbuka, inklusif, dan kompetitif.

“Pertemuan ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi tujuan investasi ekonomi, tetapi juga investasi pendidikan dan inovasi. Presiden sangat serius dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara,” tambah Tedi.

Langkah-langkah konkret yang dibahas antara lain pengembangan program gelar ganda (joint degree), pertukaran dosen dan peneliti, hingga penyusunan agenda riset bersama yang relevan dengan kebutuhan strategis Indonesia. Program-program ini akan didukung oleh institusi seperti British Council serta berbagai skema beasiswa dan bantuan pendidikan lainnya.

Dengan terus berkembangnya hubungan bilateral di bidang pendidikan, Indonesia dan Inggris berharap dapat memperkuat jaringan global, mempercepat alih teknologi, serta menciptakan peluang kerja baru melalui sektor pendidikan. Sinergi ini dinilai penting dalam membekali generasi muda Indonesia dengan keterampilan global yang relevan di era transformasi digital dan ekonomi hijau.

Kerja sama pendidikan Indonesia-Inggris ini bukan semata soal diplomasi antarnegara, tetapi menjadi bagian dari visi besar transformasi sumber daya manusia Indonesia menuju masa depan yang berdaya saing, mandiri, dan berkeadilan.

Threads x-twitter Whatsapp
Iklan ada di sini - Iklan setelah loadmore